Erling Haaland Akui Gaya Main di Call of Duty Dibenci Gamer

A
Adipati
Erling Haaland Akui Gaya Main di Call of Duty Dibenci Gamer
News

Erling Haaland Ngaku Gaya Mainnya di Call of Duty Pasti Dibenci Gamer

Erling Haaland tidak hanya dikenal sebagai striker tajam di sepak bola. Pemain Manchester City itu juga punya sisi lain yang cukup dekat dengan dunia game, khususnya Call of Duty. Menariknya, ia justru menyadari bahwa gaya mainnya di game tersebut bisa membuatnya menjadi tipe pemain yang sering dibenci oleh gamer lain.

Pengakuan itu muncul dalam video YouTube bersama rapper asal Inggris, Aitch, yang beredar pada Selasa, 27 Oktober 2026. Alih-alih ingin dikenal sebagai pemain yang agresif dan sering terlibat baku tembak, Haaland justru mengaku lebih nyaman bertahan di satu titik aman.

Haaland Mengaku Sebagai “Camper” Seumur Hidup

Dalam video tersebut, Haaland menyebut dirinya sebagai tipe pemain yang lebih suka bersembunyi daripada berburu musuh secara aktif. Ia bahkan sudah merasa sejak lama punya gaya main seperti itu.

“Kau tahu, ini agak memalukan untuk dikatakan, tapi aku sudah menjadi seorang pencinta camper seumur hidupku. Aku adalah orang yang kau benci. Mungkin aku akan mendapat kebencian sekarang, tapi ya sudahlah.”

Ungkapan itu menunjukkan bahwa Haaland sadar sepenuhnya dengan reputasi yang mungkin melekat pada dirinya. Ia tidak menutupi bahwa cara mainnya bisa memancing reaksi negatif dari sebagian pemain Call of Duty.

Apa Itu Gaya Bermain Camper?

Dalam game tembak-menembak seperti Call of Duty, istilah camper biasanya dipakai untuk menggambarkan pemain yang lebih sering diam di satu tempat. Daripada bergerak aktif menjelajahi peta, pemain camper memilih menunggu musuh datang ke posisi yang sudah ia kuasai.

Tempat yang dipilih pun sering bukan sembarangan. Pemain bergaya ini biasanya memanfaatkan titik-titik yang membuat musuh sulit mendeteksi keberadaan mereka, misalnya sudut gelap, area yang terlindungi, semak-semak, atau posisi celah visual yang menyulitkan lawan untuk membidik.

Gaya main seperti ini secara praktis mengurangi risiko tereliminasi. Pemain tidak perlu banyak bergerak, tidak terlalu sering membuka suara, dan bisa menunggu momen yang menurutnya paling aman untuk menyerang.

Kenapa Pemain Camper Sering Dibenci?

Bagi banyak gamer, pertemuan dengan camper bisa membuat permainan terasa kurang menyenangkan. Alih-alih menikmati ritme permainan yang aktif dan penuh interaksi, pemain harus menghadapi lawan yang memilih diam di satu tempat lalu menunggu. Tidak jarang hal ini membuat pertandingan terasa lebih lambat dan menguji kesabaran.

Camper juga sering dianggap membosankan karena tidak memberikan tantangan yang seimbang. Ketika seorang pemain terus bersembunyi dan menembak dari posisi yang sulit diprediksi, lawan yang lebih aktif mencari pertempuran justru merasa dirugikan. Dalam komunitas game, gaya main seperti ini memang kerap memicu perdebatan.

Haaland sendiri tampaknya menyadari hal tersebut. Ia bahkan sudah memperkirakan bahwa pengakuannya bisa membuat banyak pemain tidak suka. Namun bagi dirinya, pilihan itu tampaknya lebih penting daripada harus mengubah gaya bermain agar lebih disukai.

Menurut Haaland, Teman Main Lebih Penting

Selain soal gaya bermain, Haaland juga mengungkapkan sisi lain dari pengalaman Call of Duty-nya. Bagi pemain asal Norwegia itu, game ini bisa jauh lebih seru jika dimainkan bersama orang-orang yang tepat.

Ia menyebut bahwa suasana bermain akan lebih menyenangkan kalau teman satu tim punya kepribadian yang baik dan lucu. Dalam konteks ini, menang atau kalah bukan satu-satunya tujuan. Ada nilai sosial yang membuat permainan terasa lebih ringan, terutama jika dilakukan bersama orang-orang yang bisa membuat suasana cair.

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa Haaland tidak selalu melihat Call of Duty sebagai arena untuk mengejar gaya main agresif. Baginya, ada keseruan lain yang muncul dari percakapan, interaksi, dan momen konyol yang sering terjadi saat bermain bersama teman.

Game Favorit Haaland di Luar Call of Duty

Haaland juga bicara soal game-game yang paling ia sukai. Salah satu judul yang ia sebut berada di daftar teratas adalah Call of Duty: Modern Warfare 2 rilisan 2009. Ia bahkan menilai game tersebut sebagai salah satu dari tiga game terbaik yang pernah ia mainkan.

Ternyata, kecintaan Haaland pada game tidak berhenti pada judul-judul tembak-tembakan. Ia juga mengaku sangat menyukai Minecraft dan Grand Theft Auto atau GTA. Keduanya punya karakter permainan yang berbeda, tetapi sama-sama punya tempat istimewa bagi dirinya.

Judul Game Pandangan Haaland Catatan
Call of Duty: Modern Warfare 2 (2009) Masuk sebagai salah satu dari tiga game terbaik yang pernah ia mainkan Punya tempat khusus di luar gaya main camper-nya
Minecraft Sangat disukai Termasuk game yang ia pilih untuk di pulau terpencil
Grand Theft Auto atau GTA Sangat disukai Termasuk game yang ia pilih untuk di pulau terpencil
GTA 6 Haaland mengaku tidak sabar menantikan kehadirannya Menunjukkan ketertarikan jangka panjang pada seri GTA

Ketika ditanya game apa yang akan ia bawa jika terdampar di pulau terpencil, Haaland memilih GTA dan Minecraft sebagai dua judul yang sulit ia tinggalkan. Pilihan itu cukup menarik karena tidak hanya menyoroti satu genre saja. Ada kombinasi antara kebebasan eksplorasi dan petualangan yang lebih luas di dalam game favoritnya.

Ia juga mengaku sudah tidak sabar menunggu GTA 6. Bagi Haaland, game tersebut bukan sekadar seri yang ia sukai, tetapi juga judul yang sudah ia tunggu-tunggu lama.

“Saya tidak sabar menunggu yang baru.”

Kesimpulan

Pengakuan Erling Haaland sebagai camper di Call of Duty memperlihatkan sisi lain dari seorang pesepakbola profesional. Ia tidak berusaha tampil sebagai pemain yang selalu agresif atau ingin dipuji karena gaya main yang ideal. Justru sebaliknya, ia menerima bahwa pilihannya mungkin akan membuatnya menjadi tipe gamer yang dibenci sebagian orang.

Bagi Haaland, bermain game tidak melulu soal menang atau terlihat keren. Ada kenyamanan pribadi, keseruan bersama teman, dan hubungan emosional dengan game favorit yang membuatnya tetap menikmati hobi gaming di sela kesibukan sebagai pemain elite.