Waralaba Call of Duty Raup Total Rp 726 Triliun, Jadi Mesin Uang

A
Adipati
Waralaba Call of Duty Raup Total Rp 726 Triliun, Jadi Mesin Uang
News

Waralaba Call of Duty Jadi Mesin Uang, Total Raup Rp 726 Triliun

Waralaba Call of Duty kembali membuktikan diri sebagai salah satu mesin uang paling tangguh di industri game. Dalam waktu 24 tahun, seri ini berhasil menghasilkan total pendapatan sekitar USD 40 miliar atau setara Rp 726 triliun.

Angka fantastis tersebut diungkap oleh CEO Xbox, Asha Sharma. Ia memberikan apresiasi kepada tim Activision dan para pemain yang membuat waralaba game ini terus bertahan serta tetap relevan lintas generasi.

24 Tahun Call of Duty, tonggak besar bagi Activision dan Xbox

Menurut Sharma, pencapaian Call of Duty hingga USD 40 miliar merupakan hasil perjalanan panjang selama 24 tahun. Seri ini bukan hanya game yang datang dan pergi, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya gaming global.

"Sebuah tonggak yang luar biasa. Selamat kepada tim Activision. Dan kepada para pemain, terima kasih telah bersama kami," tulis Sharma dalam unggahan di media sosial resminya, Rabu (28/10/2026).

Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi Call of Duty sebagai aset besar dalam bisnis game. Bagi Xbox dan Activision, waralaba ini bukan sekadar judul lama yang punya nama, tetapi juga mesin pendapatan yang terus menyumbang kontribusi signifikan.

Dari sudut pandang pemain, angka tersebut juga memperlihatkan sesuatu yang menarik. Call of Duty tetap diminati meski tren industri game berubah dari masa ke masa. Konsistensi popularitas inilah yang membuatnya bisa menghasilkan pendapatan sangat besar dalam kurun waktu lebih dari dua dekade.

Modern Warfare 4 menguatkan sinyal positif bagi waralaba Call of Duty

Daya tahan seri ini juga terlihat dari game terbarunya, Call of Duty: Modern Warfare 4. Waralaba Call of Duty memang tidak selalu mendapat penilaian seragam dari para kritikus, tetapi seri terbaru ini sejauh ini masih bisa diterima dengan baik.

Salah satu bukti menarik datang dari performa sebelum peluncuran resmi. Modern Warfare 4 dilaporkan mampu menjual setidaknya 450 ribu copies di Steam.

Bagi game PC, angka tersebut bukan sesuatu yang kecil. Steam adalah salah satu platform distribusi digital yang sangat penting, sehingga penjualan puluhan ribu copies di fase awal sudah menunjukkan kuatnya minat pemain terhadap Call of Duty.

Modern Warfare 4 juga hadir dengan dua pilihan edisi, yaitu Standard dan Vault. Harga tiap edisi berbeda, tergantung pada platform tempat game tersebut dibeli.

Harga Call of Duty: Modern Warfare 4 di berbagai platform

Calon pembeli perlu memperhatikan platform yang digunakan karena harga Modern Warfare 4 tidak selalu sama di setiap toko digital. Berikut daftar harga yang tersedia untuk versi Standard, Vault, serta opsi Vault Upgrade di beberapa platform.

Platform Standard Edition Vault Edition Vault Upgrade
PS5 Rp 1.108.890 Rp 1.525.000 -
Xbox Series X/S USD 69,99 USD 99,99 USD 30
Steam Rp 999 ribu Rp 1.374.000 Rp 375 ribu
Nintendo Switch 2 USD 109,95 USD 149,95 -

Di Steam, versi Standard dibanderol Rp 999 ribu, sementara versi Vault mencapai Rp 1.374.000. Platform ini juga menawarkan opsi Vault Upgrade dengan harga Rp 375 ribu bagi pemain yang ingin naik dari versi Standard ke versi yang lebih tinggi.

Untuk PlayStation 5, harga versi Standard berada di angka Rp 1.108.890 dan versi Vault Rp 1.525.000. Sementara itu, di Xbox Series X/S, versi Standard dijual USD 69,99 dan versi Vault USD 99,99, dengan opsi Vault Upgrade sebesar USD 30.

Nintendo Switch 2 menampilkan harga tertinggi dalam daftar ini, yaitu USD 109,95 untuk versi Standard dan USD 149,95 untuk versi Vault. Perbedaan harga antar platform ini membuat pemain perlu menyesuaikan pilihan sesuai perangkat dan kebutuhan mereka.

Belum langsung menggoyang raja penjualan Call of Duty

Walau Modern Warfare 4 sudah menunjukkan hasil awal yang cukup positif, pendapatan pasti dari game ini belum diketahui secara jelas. Kehadirannya di awal kemungkinan juga belum langsung bisa menggeser game Call of Duty yang sudah lebih dulu membangun basis pemain besar.

Dalam sejarah seri ini, beberapa judul lama masih menempati posisi puncak dari sisi penjualan. Call of Duty: Black Ops 3 masih menjadi game Call of Duty terlaris sepanjang masa dengan capaian 43 juta copies.

Di posisi berikutnya ada Call of Duty: Modern Warfare edisi 2019 yang berhasil menjual 41 juta copies. Kedua game ini merupakan peluncuran Call of Duty terbesar pada generasi PS4 dan Xbox One, seperti dikonfirmasi Activision.

Artinya, tantangan Modern Warfare 4 bukan hanya soal menarik perhatian pemain baru. Ia juga harus bisa bersaing dengan jejak judul-judul lama yang sudah punya basis komunitas sangat besar.

Kenapa waralaba Call of Duty tetap jadi mesin uang?

Keberhasilan Waralaba Call of Duty sampai menembus Rp 726 triliun tidak bisa hanya dibaca sebagai angka satu judul saja. Pencapaian itu adalah hasil akumulasi panjang dari seri yang terus hadir di tengah pemain selama 24 tahun.

Ada beberapa faktor yang membuat waralaba ini tetap kuat. Call of Duty masih punya nama besar yang dikenal oleh komunitas game global. Setiap rilis baru tetap menjadi momen yang dinantikan, sehingga siklus perhatian publik tidak benar-benar hilang.

Selain itu, kemampuan seri ini bertahan di berbagai platform juga menjadi kunci penting. Call of Duty hadir di PlayStation, Xbox, PC, dan kini juga disebut berada di Nintendo Switch 2. Dengan jangkauan platform yang luas, potensi pasar yang bisa digarap pun ikut besar.

Respons terhadap Modern Warfare 4 juga memperlihatkan bahwa minat pemain tetap hidup. Bahkan sebelum peluncuran resmi, game ini sudah mencatatkan penjualan 450 ribu copies di Steam. Fakta ini menandakan bahwa komunitas Call of Duty masih cukup kuat untuk mendukung rilis baru.

Di sisi lain, waralaba ini memang tidak selalu mendapat pujian penuh dari kritikus. Ada seri yang disukai, ada pula yang memicu perdebatan. Namun, perbedaan penilaian tersebut tidak selalu berujung pada turunnya minat membeli. Hal ini menunjukkan bahwa Call of Duty punya basis pemain yang sulit tergoyahkan.

Kesimpulan

Waralaba Call of Duty layak disebut sebagai salah satu mesin uang paling besar dalam industri game saat ini. Total pendapatan USD 40 miliar atau sekitar Rp 726 triliun selama 24 tahun membuktikan bahwa seri ini masih punya nilai bisnis yang sangat tinggi bagi Activision dan Xbox.

Kehadiran Modern Warfare 4 memperlihatkan bahwa momentum Call of Duty belum pudar. Game terbaru ini sudah mendapat sambutan positif dan mencatatkan penjualan awal yang cukup kuat, khususnya di Steam.

Meskipun begitu, untuk benar-benar menyalip dominasi Black Ops 3 dan Modern Warfare 2019, perjalanan ke depan masih perlu dipantau. Yang jelas, pencapaian total Rp 726 triliun sudah cukup menegaskan bahwa Call of Duty bukan hanya waralaba game populer, tetapi juga aset komersial yang sangat bernilai.