Xbox Minta Rp 14 Triliun ke Netflix Terkait Kesepakatan Pembuatan Film
Hak adaptasi game menjadi film atau serial TV kini semakin bernilai. Salah satu contoh terbaru muncul dari rencana kerja sama antara Netflix dan Xbox. Kabarnya, Xbox meminta bayaran yang sangat fantastis dari Netflix jika layanan streaming tersebut ingin mendapatkan hak eksklusif untuk membuat film atau serial berdasarkan game miliknya. Angka yang disebut bahkan berada di kisaran belasan triliun rupiah.
Informasi ini mengemuka pada Senin, 26 Oktober 2026, dan langsung menjadi perhatian publik. Kesepakatan yang tadinya tampak berpotensi mengubah arah ekspansi game ke dunia layar lebar justru disebut berakhir batal. Di balik nilai besar itu, ada tarik-menarik tawaran, perubahan internal di Netflix, serta rencana Xbox untuk menjalin kerja sama dengan banyak mitra di masa depan.
Netflix Ingin Mengadaptasi Game Besar Milik Xbox
Inti dari rencana kerja sama ini adalah Netflix ingin mengadaptasi beberapa game terbesar yang dimiliki Microsoft ke bentuk film dan serial TV. Bagi Xbox, game bukan hanya konten interaktif, tetapi juga nama besar yang bisa dikembangkan menjadi cerita visual.
Menariknya, pembicaraan tidak hanya berhenti pada “memakai” game, melainkan hak eksklusif. Dalam industri hiburan, hak semacam ini biasanya menentukan siapa saja yang boleh membuat, menayangkan, atau mengembangkan cerita berdasarkan aset tersebut. Karena itu, nilainya bisa sangat besar.
Dengan memahami konteks tersebut, permintaan Xbox bukan lagi sekadar negosiasi harga. Pembicaraan ini juga soal menempatkan waralaba game sebagai aset jangka panjang yang bisa menghasilkan cerita dari berbagai format.
Tawaran Awal Netflix dan Penawaran Balik Xbox
Netflix dilaporkan memulai negosiasi dengan angka yang sudah sangat besar: USD 500 juta atau sekitar Rp 9 triliun. Untuk banyak kerja sama hiburan, angka ini sudah masuk kategori fantastis. Namun, dari sisi Microsoft, penawaran tersebut dinilai belum sebanding dengan nilai yang diminta Xbox.
Asha Sharma, CEO Xbox, dan timnya kemudian mengajukan penawaran balik lebih tinggi. Mereka meminta USD 800 juta atau sekitar Rp 14 triliun. Selisih antara tawaran awal dan penawaran balik menjadi penanda bahwa nilai kesepakatan belum benar-benar seimbang.
| Posisi | Nilai Tawaran | Perkiraan Rupiah |
|---|---|---|
| Penawaran awal Netflix | USD 500 juta | sekitar Rp 9 triliun |
| Penawaran balik Xbox | USD 800 juta | sekitar Rp 14 triliun |
Mengapa Kesepakatan Disebut Batal?
Setelah serangkaian pembicaraan, kesepakatan itu dikabarkan telah sepenuhnya batal. Penyebab pastinya belum terkonfirmasi dengan jelas. Ada kemungkinan harga dari Xbox terlalu tinggi untuk Netflix. Namun, situasi internal Netflix juga disebut-sebut ikut memengaruhi keputusan.
Pada awal bulan, Netflix mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada sekitar 1.000 staf. Perubahan besar itu tidak berhenti pada jumlah karyawan saja. Beberapa eksekutif ternama juga keluar dari perusahaan.
Bela Bajaria, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala konten di Netflix, termasuk dari yang dipecat hanya beberapa hari setelah pengumuman PHK. Nama lain yang masuk dalam daftar tersebut adalah Dan Lin, kepala bagian film. Dan Lin dilaporkan sempat berselisih dengan sutradara Barbie, Greta Gerwig, terkait perilisan film Netflix mendatang, Narnia: The Magician’s Nephew.
Kombinasi antara perubahan struktur, penggantian pemimpin konten, dan dinamika proyek membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit. Karena itu, batalnya kesepakatan dengan Xbox bisa saja tidak hanya berkaitan dengan satu faktor tunggal.
Xbox Mengubah Strategi ke Kesepakatan yang Lebih Kecil
Meski tidak mendapat kesepahaman dengan Netflix, Xbox disebut tidak menutup pintu kolaborasi. Laporan menyebut Xbox kini sedang mengejar kesepakatan yang lebih kecil agar dapat menggandeng banyak mitra.
Strategi ini bisa dipahami dari sudut pandang distribusi. Dibanding bergantung pada satu raksasa streaming, kerja sama dengan lebih banyak mitra dapat membuat game Xbox muncul di berbagai platform hiburan. Siapa saja mitra yang dimaksud belum diketahui secara pasti.
Dengan kata lain, Xbox seperti memilih jalur yang lebih luas dan fleksibel. Film atau serial dari game Xbox tidak harus hanya terikat pada satu perusahaan hiburan besar. Pendekatan ini juga memungkinkan munculnya banyak proyek adaptasi dalam skala yang lebih bervariasi.
Proyek Xbox dan Netflix yang Tetap Punya Jalur Kerja Sama
Walaupun kesepakatan eksklusivitas jangka panjang tidak tercapai, kedua belah pihak masih disebut memiliki rencana untuk bekerja sama di masa depan. Beberapa proyek yang sudah berjalan menunjukkan bahwa hubungan mereka tidak sepenuhnya terputus.
Salah satu proyek yang disebut telah dikerjakan sejak lama adalah film live-action dan serial animasi berdasarkan Gears of War. Ini menunjukkan bahwa adaptasi game Xbox ke bentuk film atau serial sudah punya fondasi, meski hak eksklusif dalam skala besar belum berhasil disepakati.
- Netflix pada 2024 mengumumkan sedang membuat serial animasi berdasarkan Minecraft.
- Pada bulan lalu, rencana untuk serial animasi berdasarkan Diablo telah dikonfirmasi.
- Gears of War disebut memiliki rencana film live-action dan serial animasi yang telah dikerjakan sejak lama.
Proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara game dan layanan streaming sudah mulai terbentuk. Meski modelnya bukan kesepakatan eksklusif besar, adaptasi tetap dapat berjalan melalui jalur yang lebih sederhana dan lebih banyak mitra.
Kesimpulan
Kisruh antara Xbox dan Netflix memperlihatkan bahwa adaptasi game menjadi film atau serial TV sudah memasuki era negosiasi bernilai besar. Xbox menilai game miliknya punya nilai yang sangat tinggi, sementara Netflix belum berhasil mendapatkan penawaran eksklusif dengan struktur seperti yang dibicarakan.
Penawaran awal USD 500 juta dan permintaan balik USD 800 juta menjadi cerminan bahwa nilai hak eksklusif bisa menjadi penentu utama sebuah kesepakatan. Batalnya kerja sama juga menunjukkan bahwa faktor internal perusahaan hiburan tidak kalah penting dibanding angka di atas kertas.
Yang perlu dicatat adalah rencana kerja sama tetap mungkin terjadi dalam bentuk yang lebih kecil. Game seperti Minecraft, Diablo, dan Gears of War masih punya peluang tampil di layar Netflix, meski mungkin tanpa struktur eksklusif jangka panjang yang semula menjadi inti pembicaraan.